| Dua Hati yang Terluka By clipartkey.com |
"Aku nggak sebaik yang kamu kira, Angga!" bentak Fika tanpa sadar pada laki-laki di hadapannya.
Angga menatap sendu perempuan di depannya. Ada rasa sesak juga kecewa terhadap perempuan yang telah mencuri hatinya sejak pertemuan pertama mereka. "Apa segitunya kamu ngga percaya sama aku?"
"Bukan gitu maksudku, Angga." Bantah Fika merasakan sakit melihat wajah sendu itu. Perasaan keduanya sama-sama sakit sekarang.
"Lalu, apa? Apa alasanmu menghindariku, Fik ..." ucap Angga frustasi dengan Fika yang tiba-tiba berubah.
Fika terdiam tak bisa menjawab. "Jawab aku, Fika!" Angga berteriak tidak tahan dengan aksi diamnya Fika.
Fika memilih menunduk tertarik dengan sepasang sepatu kets birunya, menghindari kontak mata dengan mata hitam milik Angga. "A ... aku ... tidak ingin ... menyakitimu juga diriku." Kata Fika yang terbalik dari kenyataan.
"Hah!" Terlihat Angga meremas rambut hitamnya, bingung harus berbuat apa lagi. Agar perempuan yang dicintainya ini percaya kalau cintanya tulus, tidak seperti laki-laki brengsek yang pernah dia temui dulu.
"Apa selama ini perasaanku kamu anggap beban?" tanya Angga ingin tahu tentang perasaan yang sebenarnya dari perempuannya itu.
Fika menggeleng dan mendongkak, menatap laki-laki yang mencintainya dengan tulus. Ia sangat tahu ketulusan yang terpancar dari laki-laki ini. Tapi, mengingat kenangan buruk itu. Ia menjadi merasa bersalah menjadikannya pelampiasan. "Angga kamu laki-laki yang baik, aku sangat bersyukur bisa mengenalmu. Tapi, aku ingin kamu pergi jauh dari hidup aku. Itu saja, Angga ..." tuturnya lembut agar Angga lebih mengerti.
Angga menghela napas, lelah. Berat rasanya, jika harus melepas orang yang dicintainya. Apalagi perempuan itu adalah Fika. Perempuan berhijab, berhati baik dan tulus. "Apa aku melakukan kesalahan, Fik?" tanyanya setengah putus asa enggan melakukan keinginan Fika yang terlampau berat untuknya.
Fika tersenyum getir. "Kamu tidak melakukan kesalahan, Angga. Kamu adalah laki-laki berhati lembut dan pengertian. Aku sayang kamu, tolong turuti permintaanku ..." balasnya memohon.
Perasaan sakit menjalar di hati Angga saat mata coklat itu memohon dengan sangat. Kini kekecewaannya terhadap perempuan itu semakin bertambah. Tapi, rasa enggan itu membuatnya berat untuk mengabulkan permintaannya. Entah ada apa yang terjadi pada Fika, hingga ia memutuskan seperti itu.
Angga pun menghela napas berat. "Baiklah, jika itu maumu. Tapi aku tidak bisa, melenyapkan perasaanku ini begitu saja." Ujarnya mengalah walau dengan berat hati.
"Aku akan selalu mencintaimu, Fik ..." lanjutnya lemah kemudian berjalan mendekati perempuan berjilbab biru dongker yang tak jauh darinya. Lalu, mengucapkan kata perpisahan kemudian pergi tanpa melihat ke belakang, dan menghilang begitu di tikungan jalan saat senja kembali meredup.
Sementara, Fika menatap punggung lebar itu dengan kucuran air mata, yang jelas itu karena ulahnya sendiri. Ia kembali menyakiti dirinya sendiri juga orang lain.
-TAMAT-
Cilegon, 09 September 21

Posting Komentar