Kopi Hitam Di Hari Minggu



—Kopi hitam di hari minggu, Tak ada yang spesial, yang ada hanya sekelebat memo-memo yang sudah menghitam di kubur zaman.

Lama tak singgah apalagi bertukar sapa, bercanda riang penuh gelak tawa hingga lupa akan masa.

Kala itu, kita duduk bersama menonton orang-orang hilir-mudik kesana-kemari, yang sesekali kau jaili. Aku tak pernah lupa hal-hal kecil yang kau beri yang ternyata kini menjadi memo erat di kepala.

Aneh memang, kenapa aku harus mengingat sedetail itu. Mungkin karena usahamu yang menanamkannya dengan sempurna hingga aku lupa bagaimana caranya melupa. Haha lucu, ya ...

Jikalau kau mengetahui ini, kau pasti mengolok-olokku di tempat nan jauh di sana. Sebenarnya aku tak ingin mengingatmu, tapi kau muncul begitu saja. Sepintas dan secepat peluru yang menembus kepala.

Aku yakin, dalam hatimu kau bersorak girang melihatku kalah. Tapi, aku tak semudah itu untuk menyerah. Sudah cukup bagiku, untuk merepotkanmu di kala itu.

Aku mengerti dan sangat paham, seharusnya kau tak menurutinya. Kau harusnya tepis jauh-jauh rasa yang muncul itu. Sehingga kau tak perlu tersiksa dengan sakit yang ada.

Itu sepenuhnya bukan salahmu, tapi salahku juga yang egoisme. Kau layak mendapatkan yang seharusnya kau dapatkan, dan bukan aku.

Salam senyum dari kawan lamamu.
11 Sept 22
Share:

Posting Komentar

Copyright © Cerpen Arung. Designed by OddThemes