Tetap Berusaha

Di ruang kosong penuh kehampaan, di bawah tirai hujan nan sesak. Tubuhku lemas terbaring tak berdaya, menyisakan hasrat kuat yang membuat jari-jari mungilku manari-nari diatas keybord laptopku. Tak pernah ku bayangkan banyak hal yang terjadi dan kualami di sini, tempat baru nan asing. Bertemu macam manusia dengan watak yang berbeda-beda.

Entah kenapa, semakin kesini ... aku semakin tak bersemangat menapaki hari demi hari kedepannya. Fisikku lelah setelah bertaruh badan melewati pelatihan yang mengelus dada. Bersama cemoohan dan cacian yang sebenarnya adalah angin lalu bagiku, tapi terasa mengusik harga diriku.

Entah hal apa lagi yang harus ku perbuat, agar mereka bisa memaklumi dan menerima. Aku tahu ini adalah konsekuensi dari pilihanku. Tetapi, tidak bisakah semuanya berjalan biasa dan mereka tak usah mengusik harga diriku?

Jikalau semakin dipikirkan malah semakin kesal dan pusing jadinya. Berakhir dengan aku yang merasa rendah dan tak punya arti di dunia.

Aku tidak mau, seperti itu. Aku juga manusia yang punya arti dengan caraku sendiri, walau harus berjalan sendiri. Aku akan tetap berjalan perlahan-lahan sampai aku bisa berlari mengejar ketertinggalan.

 

 

Serang, 07 Sept 22

Share:

Posting Komentar

Copyright © Cerpen Arung. Designed by OddThemes