Malam adalah namanya dan gelap adalah sahabatnya. Keduanya sangat berhubungan erat, tak bisa dipisahkan bak parasit yang tak merugikan inangnya. Mereka selalu beriringan. Jika ada malam, di situ ada gelap. Begitu juga sebaliknya. Seolah menjadi hal lumrah bagi banyak orang terutama benda semesta yang biasa hadir di acara yang diadakan malam dan gelap, seperti Bulan dan Bintang.
Bukan namanya malam, jika di kanvas hitam tak ada apapun. Itu berarti malam sedang berseteru dengan mendung yang berencana menurunkan hujan. Contohnya kemarin.
Tak satupun benda semesta datang, mereka sangat enggan berurusan dengan mendung apalagi mencari masalah dengannya. mereka lebih memilih mengintip malu-malu lewat tabir-tabir kelabu.
Hingga malam mengalah, mendung pun menurunkan hujannya. Membuat malam diributkan dengan tes-tes air yang jatuh.
Sebenarnya malam tak kecewa—meski harus menunda acaranya bersama gelap—melainkan ia bahagia karena mendung dan hujan telah membantunya menidurkan manusia ke dalam kepulasan.


Posting Komentar