Be Friend


Di sebuah taman dengan pepohonan besar yang rindang. Seorang anak laki-laki tengah bermain ayunan seorang diri. Anak laki-laki yang berusia tujuh tahun itu asyik memandangi sepasang sepatu yang dikenakannya, pemberian Ayahnya.
 
Di kejauhan, segerombolan anak yang seusianya tengah bermain bersama. Saling kejar mengejar hingga seseorang terjatuh di depannya, mengundang tawa di mulut teman-temannya. Mereka tak menolongnya malah meninggalkannya sambil tertawa terbahak-bahak. Tak tega Anak laki-laki itu segera datang dan berjongkok di depan seorang gadis yang meringis.
 
"Kamu ngga papah? sepertinya kaki kamu terkilir," sahutnya yang diangguki Gadis itu. "Kayaknya, tapi nggak papah, kok."
"Nggak papah apanya, itu lutut kamu berdarah." Tanpa sadar anak laki-laki itu berbicara dengan nada kesal, membuat kening gadis itu mengerut heran.
"Tunggu disini. Jangan kemana-mana." Tegasnya pada gadis itu. Seolah tidak ingin menerima penolakan dari gadis yang sedang ditolongnya.
 
Anak laki-laki itu pun melesat pergi dan kembali dengan kotak P3K di tangannya, membuat gadis itu terkesiap."Ap-apa yang mau kamu lakukan?"
 
"Aku mau mengobatimu, apa lagi?" Anak laki-laki itu balik bertanya. "Tidak ada. Kamu tidak usah mengobatiku. Sekarang sudah sembuh," ujar gadis itu cepat.
 
"Sudahlah diam saja dan menurut." Balas anak laki-laki itu dingin membuat gadis itu langsung terdiam. Kemudian mengobati luka si Gadis dengan hati-hati.
"Nah, sudah selesai." Ujarnya puas begitu pekerjaannya selesai.
"Untuk kakimu yang terkilir—"
"Ti-tidak perlu, Terima kasih."
"Ini sudah cukup, aku masih kuat untuk berjalan ke rumah. Rumahku dekat dari sini." Kata gadis itu memberitahu.
"Oh, begitu ... ," sahut anak laki-laki itu tersenyum mengerti.
.
.
 
 
"Aku Puja dan ... namamu?" tanya gadis itu ragu sekaligus malu mengajak seseorang berkenalan lebih dulu.
"Sam. Panggil aku, Sam." Jawab anak laki-laki itu.
"Teman?" Sam tiba-tiba mengulurkan tangan kali ini tujuannya berbeda.
"Teman." Mereka pun berjabat tangan dan menjadi teman hingga waktu yang tak terkira.


Sumber foto : Unsplash
#Gerimis30Hari #GerimisDes2102
Tag: @gerimis30hari @ellunarpublish_
Share:

Posting Komentar

Copyright © Cerpen Arung. Designed by OddThemes